Kunjungan Nabi Saw ke Negeri Indonesia

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan paling istimewa, karena Nabi Saw di lahirkan pada bulan itu. Bulan ini semakin terasa semakin sacral, sebab Nabi Saw memulai hijrahnya dari Makkah menuju Madinah juga di Awali pada bulan Rabiul Awal, hingga wafatnya-pun, Allah Saw memilih bulan Rabiul Awal. Seolah-olah hari senain bulan Rabiau Awal milik Rosulullah Saw. Wajar, jika bulan ini sangat istimewa bagi Nabi Muhammad Saw.

Sedangkan bagi para pengikutnya, Rabiul Awal merupakan bulan yang ditunggu-tunggu. Pada bulan ini jutaan manusia di bumi ini merayakan kelahiran beliau Saw dengan beragam cara, seperti; memperbanyak sedekah, sholat sunnah, puasa sunnah, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran beliau Saw. Kehadiran Nabi Muhammad Saw merupakan nikmat yang tiada tara.

Umat Islam di Indonesia sangat antusias ketika merayakan Maulid Nabi Muhamad Saw. Masjid, Musolla, Kampus, Madrasah, Pesantren, sampai Bank, RT, RW, semuanya berlomba-lomba merayakan peringgatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Tentu saja, Nabi Saw sangat bahagia jika melihat dan menyaksikan pengikutnya bergembira menyambut dirinya. Tua renta, muda, remaja, hingga balita ikut serata merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Padahal, mereka tidak pernah tahu dan juga tidak pernah menyaksikan Nabi Saw. Jangankan menyaksikan, berangkat ke Madinah saja kadang belum pernah sama sekali. Mereka hanya mendengar dari para ualama baha Nabi Saw adalah junjungan yang harus di mulayakan. Setiap sholawat yang terucap, walaupun jauh, Nabi Saw pasti menjawabnya. Begitulah keramahan Nabi Muhammad Saw. Beliau Saw pernah mengatakan:’’ beruntung sekali orang yang tidak pernah melihatku, kemudian percaya kepadaku (HR. Ahmad).

Mereka yang tidak pernah melihat Nabi Saw yaitu orang-orang yang hidup di jaman sekarang, mulai pejabat, konglomerat, hingga sampai yang paling melarat. Ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, semua merasakan kehadiran Nabi Saw. Beliau Saw sibuk menghadiri peringatan kelahirannya di kampus-kampus, kampung-kampung, masjid, musolla, madrasah, RT dan RW. Kehadiran Nabi Saw bukan fisiknya, tetapi alunan sholawat Nabi Saw yang dikemas dengan untain syair-syair yang Indah menghiasi setiap sudut-sudut desa dan kota di seluruh pelosok nusantara. Bulan Rabiul Awal, seolah-olah mampu menghadirkan Nabi Saw hingga kepelosok negeri ini.

Merasa suka dan bangga dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw sangat di anjurkan oleh ajaran agama. Sebagaimana Abu Lahab sang Paman Nabi Muhammad Saw yang begitu mencintai keponakannya. Sampai-sampai, Abu Lahab berjanji:’’nanti….kalau keponakanku lahir, maka Halimatu Sa’diyah (budaknya) akan dimerdekakan’’. Sebagai orang Arab sejati ia tidak pernah ingkar janji. Ketika Muhammad telah lahir, Abu Lahab sangat senang dan ceria menyambut kelahirannya. Tanpa banyak bicara, ia-pun kemudian memerdekan Halimah Sa’diyah, dengan catatan memberikan air susu (nyusoni) Muhammad Saw.

Rasa suka dan bangga atas sambutan kelahiran Muhammad Saw. Setiap hari Senin, Abu Lahab tidak mendapat siksaan di dalam alam barzah, karena telah menyambut kelahiran Muhammad dengan senang nan ceria waktu itu. Abu Lahab menghisab jempolan (Ibu Jari) nya setiap hari senin. Begitulah cerita yang dikemukan oleh Nabi Muhammad Saw di dalam hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para ulama hadis.

Tidak dipungkiri memang perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw adalah amalan bid’ah. Syeh Muhamamd Ali Qudus mengatakan bahwa merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw adalah perkara bid’ah, tetapi bidah yang bagus (Bidah Hasanah). Syeh Al-Imam Abu Samah Gurunya Imam Nawawi mengatakan:’’ dari sebagian perkara bid’ah yang berkembang di jaman sekarang ini (dulu) sebagaimana yang dilakuan oleh banyak orang setiap tahun yang bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw, seperti; Sedekah dan amal kebaikan, menampakkan kebagiaan dan kegembiraan. Sesungguhnya yang demikian itu bagian dari perbuatan baik (ihsan) bagi orang-orang miskin yang merasakan atas rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw dan meng-agungkannya. Dan, juga wujud rasa Syukur atas kehadiran Nabi Muhammad Saw yang di utus oleh Allah Swt untuk memberikan rahmat kepada alam semesta. Wallau A’lam

 

.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Info Haji dan Umrah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s