Jabal Rahmah: Bukit Inspirasi dan Kasih Sayang

Jabal Rahmah salah satu bukit yang sangat terkenal dalam sejarah, bukit rahmah berarti (bukit Kasih Sayang). Bagi setiap jamaah haji dan umrah, terasa kurang jika belum berziarah di Jabal Rahmah ini. Gunung ini memiliki daya tarik tersendiri bagi jamaah haji dan umrah, karena memiliki sejarah yang unik terkait dengan pertemuan antara Adam dan Hawa yang bertahun-tahun dipisahkan oleh Allah Swt, karena telah melanggar aturan-Nya semasa tinggal di surga-Nya. Kisah ini juga memberikan gambaran bahwa sebuah pelanggaran itu tidak boleh di biarkan, tetapi harus ada hukuman yang bersifat menidik, agar  kembali pada jalan yang benar.

 

Adapun kenapa dinamakan Jabal Rahmah (gunung kasih sayang) karena di tempat inilah manusia pertama, yakni Adam dan Hawa, bertemu setelah sekian puluh (ada yang menyebut ratusan) tahun terpisah sejak dikeluarkan dari surga. Keduanya bertemu di Jabal Rahmah, di situlah kedua pasangan berjumpa untuk mengulangi kasih dan cinta yang selama ini terpendam. Oleh karena itu, bukit ini bisa disebut dengan bukit kasih sayang. Bisa jadi, bukit kasih sayang ini mampu meng-inspirasi setiap pasangan (suami istri) agar merasakan cinta, seolah-olah betahun-tahun lamanya. Bagi remaja yang belum memiliki pasangan hidup, pada tanggal 9 Arafah (wukuf), berdo adan bermunajat di tempat ini, insaAllah akan dikabulkan.

 

Bukit kasih sayang ini  terletak di Arafah, jaraknya kurang lebih 25 kilometer sebelah tenggara Kota Suci Makkah. Di atas bukit, sekarang telah di tandai sebuah tugu (monumen) berwarna putih, dengan tujuan untuk mengenang bahwa bukit ini merupakan bukit cinta dan kasih sayang cikal bakal manusia.  Bukit ini sekarang sudah menjadi ispirasi setiap jamaah haji, untuk melestarikan cintanya, sebagaimana cintanya Adam dan Hawa. Cerita ini sangat menarik dan ispiratif, mengingatkan kembali bahwa kasih sayang itu akan terasa ketika berjauhan.

 

Di lokasi ini pula (Arafah) tepatnya agak kebawah, diturunkannya wahyu terakhir kepada Rasulullah Saw yakni Surat al-Maidah [5]: 3). Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad Saw sedang menunaikan ibadah haji wada’ (terahir), sekaligus menjadi penutup wahyu. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu. Sebagai pengingat, bahwa tempat itu sama degan tempat-tempat lainnya, kecuali pada tanggal 9 Dzulhijjah, tempat itu menjadi sacral, karena Allah Swt akan mengambulkan setiap do’a yang dipanjatkan pada waktu itu.

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Informasi...., Sejarah dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s