Innocence Of Muhammad : Mengukur Loyalitas Cinta Kepada Nabi Saw.

Madinah Ketika Nabi Saw dan Abu Bakar Al-Siddiq sedang melakukan perjalanan Hijrah menuju kota suci Madinah. Tiba-tiba Abu Bakar maju dan berada di depan Nabi Saw, sesekali mundur berada di belakang Nabi Saw. Hal itu dilakukan berkali-kali disepanjang perjalanan menuju kota suci Madinah.

 Melihat Abu Bakar prilaku Abu Bakar yang tidak wajar dan aneh, kemudian Nabi Saw bertanya:’’ Wahai Abu Bakar…!Kenapa engkau berjalan demikian, kadang di depanku, kadang dibelakangku? Apa yang terjadi denganmu?

Dengan kalimat yang lembut, Abu Bakar menjawab:’’Ya Rosulullah…seandainya ada musuh yang ingin melukaimu dari belakang, akulah orang yang pertama kali terluka (mati), dan seandainya ada musuh dari belakang, akulah orang yang pertama kali terluka (mati)’’. Betapas setianya seorang sahabat kepada junjunganya, sampai menyediakan nyawanya demi Rosulullah Saw. Nabi-pun mencintainya, sampai-sampai beliau Saw mengatakan:’’ seandainya aku diperkenankan mengambil kekasih, pastilah Abu Bakar akan kujadikan kekasihku’’.

Ketika perang Uhud terjadi, sebagian umat islam meninggal dan gugur menjadi sahid. Terdengarlah sebuah informasi (isu) kalau Nabi Saw terluka (mati). Berita ini menyebar keseluruh pelosok  kota Madinah. Berita (isu) seputar Nabi Saw terluka sampailah ditelinga seorang Ibu paroh baya.

Betapa sedihnya wanita ini, membuat dirinya tidak enak makan dan minum, rasa khawatir, sedih, dan galau bercampur menjadi satu. Begitu dalam cintanya kepada junjungannya Rosulullah Saw, sampai-sampai ia rela menunggu sahabat Nabi Muhammad Saw yang lewat di depan rumahnya, untuk memastikan kebenaran berita (isu) tersebut.

Ketika perang Uhud telah usai dan dimenangkan pasukan Nabi Saw. Banyak sekali dari sahabat wafat menjadi sahid, termasuk Sayyina Hamzah serta suami wanita itu. Pasukan Nabi Saw mulai kembali menuju kota Madinah sambil memanggul pedang disepanjang jalan.

Wanita itu tetap tidak beranjak dari tempatnnya, ia tetap setia menunggu dipinggir jalan, seolah-olah menunggu seseorang. Salah sahabat Nabi Saw yang melewati jalan itu menghampirinya dan bertanya kepadanya:’’ Sedang apa Bu….!kenapa engkau berada dipingir jalan, dan kelihatan bersedih? Apakah Ibu menunggu seseorang (suami dan kerabat)? Ketahuilah Bu….suami ibu gugur di medan perang, kerabat ibu juga ikut menjadi sahid? Jelas sahabat.

’Tidak…tidak…tidak…! Saya tidak menunggu suamiku, dan juga tidak menunggu kerabatku’’ timpal ibu kepada sahabat.

’Lantas apa yang ibu nanti di sini’’? Tanya sahabat.

Sang Ibu menjawab lirih sambil mencurukan air mata:’’ saya mendengar kabar (isu), kalau Rosulullah Saw terluka’’. Sahabat itu menjawab:’’ itu cuma isu (kabar bohong) bu….! Jangan khawatir….! Rosulullah Saw baik-baik saja, Rosulullah sehat wal afyat.

’Kalau begitu….mana beliau, mana beliau…mana beliau Saw…’’tanya sang Ibu dengan manangis tersedu-sedu, sambil mengusap air matanya yang mengucur deras..

Lantas ibu itu menjawab singkat:’’Sungguh…! ‘’Aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku melihat wajah teduh Rosulullah Saw. Ketika sudah melihat wajah Nabi Muhamamd Saw, wanita itu menangis dan bercucuran air mata karena rasa cinta kepada baginda Nabi Saw, dan lega karena Nabi Saw tidak terluka sedikitpun dan sehat wal afyat. Begitu besar rasa khawatir Ibu itu sampai-sampai mengalahkan cintanya kepada suami dan kerabatnya yang ikut serta sahid dalam perang Uhud.

Abu Hurairah ra, seorang lelaki yang setiap hari berjumpa dan bertatap muka dengan Nabi Muhamamd Saw mengungkapkan:’’Ya Rosulullah..!sungguh ketika aku menatap wajahmu, jiwaku terasa sejuk (ayem dan tenang), dan mataku terasa sejuk’’. Rupanya wajah Nabi Saw begitu menyejukkan hati dan jiwa bagi setiap orang yang menatapnya dan membuat tenang siapa saja berada di sampingnya.

Sangat wajar jika kemudian Allah Swt mengatakan di dalam Alqur’an bahwa ‘’Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (Al-Qolam (68:4). Keagungan dan kemulyaan Nabi Saw tidak pernah terkalahkan, dan tidak akan pernah ada yang mengalahkan sepanjang jaman. Sampai-sampai Allah Swt meng-abadikan di dalam Al-qur’an, terkait dengan keteladanan beliau Saw.

Nabi Saw sering disakiti, dicaci maki, tetapi beliau tidak pernah membalasnya. Adakah orang yang sebanding dengan beliau Saw?. Allah Swt, para malaikat-Nya senantiasa bersholawat (memberikan rahmat) kepada Nabi Muhammad Saw, sebagaimana keterangan Al-Qur’an:’’Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Saw Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al-Ahzab (33:56).

Perlakukan orang-orang yang membenci islam sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berubah. Hanya saja, caranya berbeda-beda. QS.Al-Taubah (9:32), Allah Swt berfirman:’’Mereka selalu berusaha memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Nabi Saw adalah cayaha Allah Swt yang menyinari alam semeta ini dengan muz’jizat Al-qur’an. Nabi Saw adalah Al-qur’an yang bernyawa. Siapa yang menghina Nabi Saw sama dengan melecehkan Alqur’an. Dan melecehkan Alqur’an sama dengan melecehkan Allah Swt. Aisyah ra pernah ditanya seputar budi pekerti Nabi Saw. Dengan tegas dan lugas Aisyah ra menjawab:’’ Ahlaknya adalah Al-qur’an’’.

Tidak aneh jika banyak umat islam marah, demontrasi, mengutuk pembuat film dan pembuat karikatur yang melecehkan Nabi Saw. Sebagaimana manusia biasa, protes yang dilakukan umat islam adalah wajar, karena mereka sangat mencintai islam dan mencintai Nabi Muhammad Saw sebagai junjunganya.

Jangankan manusia, Jibril-pun pernah menawarkan kepada Nabi Saw.untuk diperkenankan menghancurkan orang-orang kafir Thoif yang telah melukai dan melecehkan Nabi Saw waktu itu. Namun, ketika mendapatkan tawaran itu, Nabi Saw justru bersabar dan menjawab:’’ Jangan….jangan …!Jang engkau hancurkan mereka…! Ya Allah…berilah petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka kauum yang belum mengerti (belum mendapat hidayah).

Adanya film Innocent Of Muhamamd dan karikatur seputar pelecehan Nabi Saw menjadi motifasi, sekaligus menjadi tolak ukur kesetiaan dan kecintaan para pengikut Muhammad Saw dimana saja berada. Membuktikan cinta kepada Nabi Saw beragam caranya. Protes itu harus dan wajib bagi para pencinta Nabi Muhammad Saw dimana saja. Tetapi jangan sampai protes dengan cara kasar dan merusak, karena itu sama dengan menodai islam sebagai agama cinta damai.

Jika kita cinta dan loyal kepada Nabi Saw, yang harus dilakukan pertama kali ialah menghidupkan masjid dengan sholat berjamaah. Dengan menghidupkan masjid selama lima, berarti telah menjunjung tinggi Nabi Muhammad Saw. Musuh-musuh islam tidak akan merasa takut dan gentar, dengan jumlah umat islam yang begitu besar, mereka takut dan ketar ketikr jika masjid-masjid dipelosok jagat raya dipenuhi oleh jamaah setiap hari. Jika sholatnya benar, wudhu’nya benar, sebagaimana diajarkan Nabi Saw, maka itu ia akan menjadi pecinta Nabi Saw, dan kelak Nabi Saw akan menjadi saksi ketika di hadapan Allah Swt. Semoga bentuk cinta dan kesetiaan umat Muhammad Saw akan menghantarkan mereka berjumpa dengan kekasihnya Muhammad Saw. Allahuma Solli Ala Sayyidina Muhamma (www.wisatahaji.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pendek Banget, Dajjal Modern, HUKUM, Info Haji dan Umrah, Pendidikan Anak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s