DANA TALANGAN HAJI REMSI DILARANG

Rumah AllahBank swasta, mapun bank miliki pemerintah (BUMN) resmi dilarang memberikan dana talangan haji. Kemenag beralasan yang mendapatkan dana talangan di anggab belum mampu. Walaupun alasan yang dikemukan itu masih bisa dibantah. Realitasnya, Dana talangan haji itu hanya untuk untuk untuk mendapatkan porsi haji. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak bisa melunasi, maka calon jamaah tidak bisa berangkat. Karena memang dianggab benar-benar belum mampu (istitoah).

Alasan yang paling mendasar larangan dana talangan haji karena jumlah antrean sudah tidak tak terbendung lagi. Jika diteruskan, maka bisa jadi antrean itu sampai puluhan tahun (10-20) tahun. Dan ini sangat mengelikan. Apapun alasan yang dikemukakan, larangan dana talangan haji sangat tepat.
Media sudah memberitakan seputar larangan dana talangan haji.

Tentunya, larangan ini juga untuk haji khusus. Menteri agama Surya Darma Ali mengatakan:’’Kementerian Agama sudah mengeluarkan kebijakan bank tidak boleh melanjutkan cara-cara seperti itu,” ujarnya, di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (19/3). ASBIHU (Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdhotul Ulama’ juga setuju dengan larangan dana talangan haji.
Masih menurut Surya Darma Ali, salah satu syarat menjalankan ibadah haji adalah memiliki kemampuan secara ekonomi untuk membiayai perjalanan haji. Hanya saja, oleh bank, ‘mampu’ itu diartikan sebagai dapat membayar cicilan hutang yang diberikan oleh bank.

Karena itu, Menag menghimbau agar bank tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata yang diperoleh dari memberikan dana talangan haji itu. Meski, menurut dia, bank juga harus membantu jamaah meraih kemabruran dalam berhaji.  “Kalau dari sisi perbankan memang tidak salah. Tapi ada faktor kemampuan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Pemerintah ketakutan dengan membludaknya calon jamaah haji yang terus menerus. Apalagi, BANK berlomba-lomba memberikan dana talangan semurah-murahnya. Tidak ada cara lain untuk menghentikannya, kecuali melalui pendekatan agama (fikih). Rupanya, pendekatan fikih inilah yang paling ampuh agar supaya bank tidak mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari program dana talangan haji.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di HUKUM, Info Haji dan Umrah, Informasi.... dan tag , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s