UMRAH BERSAMA ROSULULLAH

Memenuhi Panggilan Allah SWTUmrah ibdah sunnah yang sangat menarik bagi setiap muslim dimana saja berada. Apalagi, jika dilakukan pada bulan-bulan tertentu, seperti; Ramadhan, Rajan, Rabiul Awwal. Yang jelas, bulan apapun, umrah tetap menarik dan pahalanya berlimpah. Dengan catatan, umrahnya semata-mata karena Allah SWT dan tidak ternoda dengan niat-niat dunia, seperti; karena ingin mendapat pujian, karena wisata belaka, atau karena ingin berbelanja.

Di antara 12 bulan yang ada, Umrah di bulan Ramadhan sangat istimewa. Karena bulan Ramadhan adalah bulan paling istimewa, apalagi umrah itu dilakukan pada malam seribu bulan (Lailatul Qodar) yang disinyalir malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Hampir semua kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Bagi mukmin sejati, tidak pernah membedakan antara bulan Ramadhan atau tidak. Sebab, semua hari-hari yang dilewatinya seperti bulan Ramadhan. Ibadah pada bulan Ramadhan sama dengan ibadah pada bulan biasa. Malam-malamnya dijuga dilewati seperti malam Lailatul Qodar.

Bagi orang biasa ibadah umrah pada bulan Ramadhan merupakan ibadah yang amat besar pahalanya, karena sama dengan umrah bersama Rosulullah SAW. Suatu ketika, Rosulullah SAW bertanya kepada seorang wanita:’’“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?

Wanita itu menjawab dengan singkat, sekaligus mengelak karena alasa sibuk dengan pekerjaan (duniawi). Kemudian wanita itu mengatakan: “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut.

Nabi SAW sangat cerdas ketika memahami jawaban wanita tersebut. Oleh karena itulah, Rosulullah SAW mengatakan:’’

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782) . Beberapa redaksi hadis, baik yang diriwayatkan Bukhori, Musli, serta para ulama hadis lain mengisyaratkan atas besarnya pahala umrah pada bulan Ramadhan. Umrah pada bulan Ramadhan seperti haji pahalanya. Bahkan, seolah-oleh umrah bersama Rosululullah SAW.

“Yang dimaksud dengan pahalanya sama dengan haji ialah, karena besarnya, sekaligus iming-iming agar menunaikan ibadah umrah ketika bulan Ramadhan. Kendati sudah menunaikan ibadah umrah adalah umrah Ramadhan, bukan berari gugur kewajiban hajinya. Sampai kapanpun, umrah itu tetap sunnah dan haji itu wajib. Dan Allah SWT berfirman:’’ sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah SWT.

Umrah pada bulan Ramadhan bisa saja menjadi dibenci oleh Allah SWT, jika sudah berkali-kali umrah, ternyata masyarakat sekitarnya mengalami kemiskinan dan kekurangan. Sesungguhnya, menolong sesame itu hukumnya wajib, dan menunaikan ibadah umrah itu hukumnya sunnah. Jadi, alangkah lebih baiknya memperbanyak ibadah social, dari pada umrah jika sudah sering menunaikan ibadah umrah.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di HUKUM, Info Haji dan Umrah, Konsultasi Haji dan Umrah Gratis dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s