ARAFAH: Tempat Turunnya Wahyu Terahir (3)

English: Arafah Desert

English: Arafah Desert (Photo credit: Wikipedia)

Konon, Arafah menjadi saksi tempat istimewa pertemuan antara Adam dan Hawas setelah sekian lama dipisahkan. Tempat pertemuan itu terjadi disebuat bukit yang dikenal dengan ‘’Bukit Rahmah’’. Di tempat inilah, banyak orang kaum pria dan wanita yang belum menikah, berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan jodohnya, sebagaimana Nabi Adam as dipertemukan dengan Hawa.

Tidaklah berlebihan jika doa itu dipanjatkan kepada Allah SWT pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari itu adalah hari wukuf di Arafah. Pada waktu itu Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan di Arafah. Tahun ini (2013), wukufnya tepat pada hari senin tanggal 14-10-2013. Ada sekitar 3 juta lebih jamaah haji dari berbagai belahan dunia berkumpul, berdoa, bermunajat, kepada Allah SWT.

Terkait dengan kehebatan dan kedasyatan hari Arafah (wukuf di Arafah), ada beberapa hadis Nabi SAW:

عن عائشة رضي الله عنها زوج النبي صلى الله عليه وسلم ، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا من النار من يوم عرفة ، وإنه ليدنو ، ثم يباهي  الملائكة فيقول : ما أرادوا هؤلاء ؟ »(رواه الحاكم)

Diriwaytkan dari Aisyah ra, istri Rosulullah SAW, bahwasanya Nabi SAW berturur:’’’Tiada satu hari pun yang pada hari itu Allah membebaskan hamba dari neraka melebihi hari ‘Arafah (wukuf di Arafah). Sesungguhnya Allah mendekat kemudian membanggakan mereka kepada malaikat-Nya, seraya berfirman:’’Apa mereka yang ingikan? (HR Al-Hakim, Al-Nasai, Al-Tabrani, Ibn Hibban).

 Menyambung dengan hadis di atas Rosulullah SAW pernah mengatakan: Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah (wafdullah). Maka jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah). Jika mereka berada di Arafah pada taggal 9 Dzulhijjah, doa mereka akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam riwayat lain, terkait dengan keutamaan doa saat sedang wukuf di Arafah, Rosulullah SAW bersabda:’’

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ (رواه الترمذى)

Rosulullah SAW menuturkan:’’Sebaik-baik doa adalah doa hari ‘Arafah, serta sebaik­-baik (ucapan) yang Saya dan para nabi sebelumku ucapkan adalah, ‘Tiada yang berhak diibadahi, kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Untuk-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, serta Dia Maha Mampu atas segala sesuatu (HR Al-Tirmidzi).[1]

Di antara tempat-tempat istimewa yang dikabulkan doa. Arafah adalah satu-satunya tempat istimewa pada hari 9 Dzulhijjah. Berdasarkan redaksi hadist yang ada, Nabi berdo’a dengan tahlil, tahmid, meng-agungkan Allah SWT sebagaimana hadist di atas. Semua manusia berdzikir dan menangis memohon ampunan serta rahmat-Nya. Al-Qur’an sangat jelas dalam menerangkan dzikir tersebut, sebagaimana Al-Quran (QS. al-Baqarah(2:196-199).

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (198) ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (199)

 Artinya: ”Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril haram.  dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[2]

            Arafah bukan hanya tempat wukuf bagi jama’ah haji ketika musim haji tiba. Akan tetapi, Arafah juga menjadi saksi sejarah bagi turunnya QS al-Maidah (5:3), sebagai tanda penyempurnaan Islam ketika Haji Wada’.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ

Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu.[3]

 Rasulullah SAW dan para sahabat ketika melaksanakan haji wada’ berwukuf di dekat Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang). Bukit tersebut menurut ahli sejarah diyakini sebagai tempat pertemuan Adam dan Hawa pada saat keduanya dipisahkan bertahun-tahun karena melakukan pelangaran ketika disurga. Di dekat Jabal Rahmah juga terdapat Masjid kecil yang dinamakan dengan Shakat. Di masjid inilah ayat tentang penyempurnaan agama Islam turun.

Pemerintah Saudi Arabia melakukan reboisasi di padang Arafah lebih dari seribu pohon yang tahan hidup di gurun pasir. Manfaatnya pada musim panas semua jama’ah haji tidak perlu kawatir dengan panasnya terik matahari.

Di sepanjang jalan Arafah dan tempat wukuf disediakan pompa air bersih yang siap diminum. Juga alat penyemprot air untuk mengurangi panasnya terik matahari bagi jama’ah haji.

Di Arafah terdapat masjid yang sangat besar dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Masjid tersebut diyakini sebagai tempat shalat jama’-qasar-taqdim Rasulullah dan tempat khuthbah haji. Masjid tersebut dikenal dengan sebutan Namirah. Masjid ini pada awalnya tidak terlalu besar. Namun pada masa Khalifah Abbasiyah, masjid tersebut diperluas. Kemudian pada masa pemerintahan Arab Saudi, masjid tersebut mengalami pembangunan besar-besaran sehingga kapasitasnya mampu menampung kurang lebih 350 ribu jama’ah dengan luas 110.000 m², dilengkapi dengan 6 menara setinggi 60 m, 3 kubah dan 10 pintu utama serta 663 unit AC di dalamnya. Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat akan di perluas seiring dengan banyaknya jumlah jama’ah haji setiap tahunnya.

Arafah terletak sebelah tenggara Masjidil Haram (Makkah). Jarak antara Makkah dan Arafah sekitar 22 km. Sedangkan luas Arafah 10.4 km² . Semua wilayah Arafah termasuk tempat wukuf, sebagaimana keterangan Nabi yang artinya” aku telah wukuf di sini (Arafah di dekat jabal Rahmah), dan Arafah selurunya adalah untuk melaksanakan wukuf” (www.wisatahaji.com)

 


[1] . HR Al-Tirmizdi

[2] . QS. al-Baqarah(2:196-199).

[3] . QS. Al-Maidah (5:3)

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Cerita Pendek Banget, Dajjal Modern, HUKUM, Info Haji dan Umrah, Informasi...., Kesehatan, Konsultasi Haji dan Umrah Gratis, pesan sahabat, Sejarah, Seputar Haji dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s